BREAKING NEWS

Review Film Materialists: Kisah Cinta, Ambisi, dan Dunia Materialistis

Review Film Materialists Kisah Cinta, Ambisi, dan Dunia Materialistis
Credit: IMDb.com

Film Materialists hadir sebagai salah satu tontonan yang memadukan drama romantis dengan kritik sosial. Di zaman sekarang, banyak orang menilai kebahagiaan dari seberapa keren barang yang mereka punya mulai dari brand mahal, posisi sosial, sampai gaya hidup yang serba wah. Nah, film ini tuh kayak ngajak kita mikir lagi, sebenernya cinta yang tulus itu bisa nggak sih hidup bareng dunia yang super materialistis kayak gini?

Dengan visual yang kece, konflik yang relate banget, dan tokoh-tokoh yang serasa kayak orang di sekitar kita, Materialists bukan cuma seru ditonton, tapi juga punya pesan yang lumayan “nusuk”. Di review kali ini, aku bakal ngobrolin film Materialists: mulai dari karakter, sinematografi, pesan moral, sampai kesan keseluruhan filmnya biar kamu dapat gambaran lengkap sebelum mutusin mau nonton atau nggak.

Baca Juga: Review Film Laskar Pelangi, Film yang Bikin Kita Inget Lagi Arti Mimpi dan Persahabatan

Kisah di Balik Film Materialists

Ceritanya sendiri ngikutin seorang cewek ambisius yang kerja sebagai stylist pribadi buat kalangan elite di kota besar. Karena pekerjaannya, dia jadi terbiasa ketemu orang super kaya, ikut pesta yang mewah, dan hidup di lingkungan yang keliatannya glitz banget. Dari luar hidupnya emang keliatan sempurna, tapi sebenernya ada rasa kosong yang cuma dia sendiri yang tahu.

Masalah mulai rumit ketika dia kebawa drama cinta segitiga. Satu cowok datang dari dunia para sultan, duit banyak, fasilitas lengkap, pokoknya hidup aman sentosa kalau sama dia. Tapi ada cowok lain yang hidupnya sederhana banget, tapi tulus sayang sama dia tanpa syarat macem-macem. Dari situ muncul dilema besar: dia harus pilih cinta yang bener-bener dari hati atau kenyamanan materi yang kelihatan lebih “aman” buat masa depan?

Salah satu hal yang bikin film ini menarik banget adalah cara filmnya ngebangun karakter. Tokoh utamanya, si cewek ambisius tadi, nggak digambarin sebagai sosok yang “baik banget” atau “jahat banget”. Dia punya ambisi, kadang keliatan egois, tapi di sisi lain juga gampang rapuh pas dihadapkan sama pilihan besar.

Dua cowok yang muncul dalam hidupnya tuh ibarat dua sisi kehidupan yang beda banget:

  • Cowok kaya dan sukses – ngegambarin hidup yang aman, fancy, dan dunia glamor yang selama ini dia kejar.
  • Cowok sederhana – mewakili cinta yang tulus, hangat, dan nggak neko-neko.

Pertarungan batin antara dua karakter cowok ini bikin konflik filmnya kerasa dekat banget sama kehidupan zaman sekarang, di mana banyak orang masih kebingungan milih: cinta tulus atau kestabilan hidup yang ditawarkan uang?

Baca Juga: Review Film The Substance (2024): Satir Kelam tentang Kecantikan, Penuaan, dan Obsesinya

Pengolahan Visual dan Gaya Sinematografi pada Materialists

Kalau ngomongin teknis, film Materialists punya visual yang bener-bener memanjakan mata. Nuansa kota besar digambarin lewat pencahayaan glamor, warna yang berani, dan detail fashion branded yang bikin kita langsung kerasa lagi ada di dunia serba kemewahan.

Sedangkan pas adegan bareng si cowok yang hidup sederhana, tone warnanya jadi lebih hangat, pencahayaan cenderung natural, dan lokasinya pun terasa lebih dekat sama kehidupan sehari-hari. Kontras visual antara dua dunia ini bikin dilema tokoh utama makin terasa: hidup nyaman dengan segala kemewahan, atau memilih kesederhanaan yang mungkin lebih tulus?

Selain itu, pilihan wardrobe, detail properti artistik, sampai desain apartemen modern ikut nambahin “rasa” cerita yang mau disampaikan. Jadi bukan cuma alurnya aja yang menarik, tapi film ini juga asik banget diliat karena visualnya bener-bener digarap niat.

Baca Juga: Review Film The Time It Takes (Netflix): Drama Spanyol tentang Luka, Ingatan, dan Penyembuhan

Makna serta Pesan Moral yang Disampaikan Film Materialists

Materialists bukan cuma soal kisah cinta yang manis–pahit. Film ini ngelempar refleksi tentang kehidupan modern, khususnya pas banyak orang sekarang kebawa arus konsumsi yang serba pamer.

Filmnya kayak ngajak kita mikir lagi:

  • Bener nggak sih uang bisa jadi kunci kebahagiaan?
  • Cinta tanpa modal bisa bertahan lama?
  • Status sosial tuh sepenting itu buat masa depan?

Dengan alur yang menyentuh, film ini ngingetin kalau kebahagiaan asli biasanya datang dari hati yang tulus, bukan dari barang branded atau gaya hidup yang serba wah.

Baca Juga: Review Film The Salesman (2016): Kisah Dilema Moral dan Trauma yang Menggugah

Hal Menarik yang Dimiliki Film Materialists

  • Ceritanya relate – konflik antara cinta dan materi tuh deket banget sama realita zaman sekarang.
  • Aktor-aktrisnya keren – chemistry dan emosinya berasa natural.
  • Visual cakep – kontras kehidupan glamor vs sederhana dibuat dengan manis.
  • Pesan moralnya nempel – bikin kita mikir setelah nonton.

Hal yang Kurang Memuaskan dari Film Materialists

Walaupun seru, film ini tetap punya beberapa minus. Beberapa adegan pesta dan kemewahan kadang terasa kepanjangan, jadinya alur cerita sempet kerasa melambat. Selain itu, penutup ceritanya mungkin terasa agak “udah bisa ditebak” buat yang sering nonton drama romance, karena masih pakai formula klasik.

Tapi ya wajar sih, soalnya kekuatan utama film ini emang ada di pendalaman karakter dan pesan yang mau disampaikan, bukan di plot twist yang rumit.

Baca Juga: Review Film The Fantastic Four: First Step Marvel

Penutup & Review Singkat Materialists

Kalau dirangkum, Materialists termasuk drama romantis yang cukup worth untuk kamu masukkin ke watchlist. Ceritanya menyentuh, karakter-karakternya punya kedalaman emosi, dan secara visual juga enak banget dinikmati. Jadi bukan cuma hiburan, tapi ada hal yang bisa direnungkan setelah nonton.

Buat kamu yang suka drama cinta yang penuh dilema emosional, atau penasaran gimana sih kehidupan materialistis bisa tabrakan sama cinta sejati di era modern, film ini bakalan cocok banget buat ditonton.

Posting Komentar