Review Film The Time It Takes (Netflix): Drama Spanyol tentang Luka, Ingatan, dan Penyembuhan
Di era serial yang sering hadir dengan puluhan episode panjang, The Time It Takes menawarkan sesuatu yang berbeda. Serial drama asal Spanyol ini diproduksi oleh Netflix dengan format episode pendek namun sarat makna. Kisahnya sederhana: seorang perempuan berusaha melupakan mantan kekasihnya. Namun cara penyajiannya begitu unik, membuat cerita yang umum menjadi pengalaman emosional yang mendalam.
Bagi kamu yang mencari tontonan singkat tapi penuh makna, The Time It Takes adalah pilihan yang patut dipertimbangkan. Mari kita bahas lebih dalam tentang sinopsis, karakter, tema, hingga kelebihan dan kekurangannya.
Sinopsis The Time It Takes
Serial ini menceritakan kisah Lina, seorang perempuan yang baru saja berpisah dari kekasihnya, Nico. Hubungan panjang yang pernah mereka jalani menyisakan kenangan manis sekaligus luka mendalam. Lina berusaha keras untuk melanjutkan hidup, meski pikirannya kerap kembali pada masa lalu.
Setiap episode berdurasi sekitar 12 menit. Durasi ini dibagi menjadi dua bagian: potongan masa kini dan kilas balik hubungan Lina dan Nico. Yang menarik, semakin lama episodenya berjalan, semakin banyak porsi masa kini yang ditampilkan. Hal ini melambangkan bagaimana Lina secara perlahan mulai bangkit dari keterpurukan emosionalnya.
Struktur Narasi yang Unik
Salah satu daya tarik utama The Time It Takes adalah cara penceritaan yang eksperimental. Jika biasanya flashback hanya menjadi selingan, di sini kilas balik menjadi elemen inti. Episode pertama memiliki durasi masa lalu lebih panjang dibanding masa kini. Namun di episode terakhir, situasinya terbalik: masa kini menjadi dominan, menunjukkan keberhasilan Lina dalam menghadapi rasa sakit.
Format ini memberi pengalaman baru bagi penonton. Bukan hanya menyaksikan cerita, tetapi juga merasakan proses penyembuhan emosional yang berjalan bertahap, sama seperti kehidupan nyata.
Karakter dan Akting
Nadia de Santiago sebagai Lina
Nadia de Santiago berhasil memerankan Lina dengan penuh emosi yang autentik. Ekspresi wajahnya mampu menggambarkan rasa sakit akibat patah hati, kerinduan yang sulit dihapus, hingga keberanian untuk berdiri kembali. Lina bukan hanya sekadar karakter, melainkan representasi universal dari siapa pun yang pernah mengalami putus cinta.
Álvaro Cervantes sebagai Nico
Álvaro Cervantes membawa sosok Nico dengan dua sisi: pria penuh cinta sekaligus sumber luka. Karakternya tidak digambarkan sebagai sosok jahat, melainkan manusia biasa dengan kekurangan. Hal inilah yang membuat kenangan Lina begitu sulit untuk dihapus. Chemistry antara Nico dan Lina terasa natural, membuat penonton seakan ikut terjebak dalam hubungan mereka.
Tema dan Pesan yang Disampaikan
The Time It Takes tidak hanya mengisahkan hubungan asmara, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan yang lebih luas.
-
Proses Move On
Serial ini menunjukkan bahwa melupakan seseorang bukanlah hal instan. Butuh waktu, kesabaran, dan keberanian untuk melepaskan. -
Ingatan sebagai Beban dan Obat
Kenangan manis bisa menjadi luka, tetapi juga bagian dari proses penyembuhan. Apabila seseorang dapat menerima masa lalu nya, maka ia bisa melangkah jauh ke depan. -
Perjalanan Menuju Diri Sendiri
Lina sudah mulai belajar kalau nyatanya kebahagiaan itu tidak hanya bergantung pada orang lain saja. Ada momen ketika seseorang harus berdamai dengan dirinya sendiri sebelum siap membuka lembaran baru.
Pesan-pesan ini terasa sederhana, namun justru membuat serial ini begitu relatable bagi banyak penonton.
Visual dan Atmosfer
Secara visual, The Time It Takes menghadirkan tone warna hangat dengan pencahayaan lembut. Hal ini menambah nuansa melankolis namun tetap intim. Setiap adegan dibuat seolah-olah seperti memori yang samar, sejalan dengan konsep cerita tentang ingatan.
Sinematografi yang sederhana namun artistik membantu memperkuat pesan emosional. Pada film ini tidak terdapat aksi yang besar ataupun plot twist yang dramatis, namun karena keheningan dan potongan kehidupan sehari-hari tersebutlah yang meninggalkan pesan dan kesan mendalam.
Kelebihan The Time It Takes
-
Format pendek namun bermakna: ideal untuk binge-watching dalam sekali duduk.
-
Akting natural: Nadia de Santiago dan Álvaro Cervantes berhasil menyampaikan emosi yang kuat.
-
Konsep naratif unik: pembagian masa kini dan masa lalu membuat cerita terasa segar.
-
Pesan universal: siapa pun yang pernah mengalami patah hati akan merasa dekat dengan kisah ini.
Kekurangan The Time It Takes
-
Durasi singkat: bagi sebagian penonton, cerita terasa belum sepenuhnya tuntas.
-
Tempo lambat: jika tidak terbiasa dengan drama introspektif, serial ini bisa terasa monoton.
-
Minim konflik eksternal: fokus lebih banyak pada emosi internal Lina, sehingga kurang cocok bagi penonton yang mencari drama penuh intrik.
Kesimpulan
The Time It Takes adalah serial drama Netflix asal Spanyol yang berhasil mengangkat kisah sederhana menjadi sesuatu yang penuh makna. Dengan format unik, akting kuat, dan tema yang dekat dengan kehidupan nyata, serial ini memberikan pengalaman menonton yang berbeda dari drama pada umumnya.
Bagi kamu yang mencari tontonan singkat namun emosional, serial ini bisa menjadi pilihan tepat. Ia mengajarkan bahwa waktu, sepelan apa pun, akan selalu membantu menyembuhkan luka.
Rating: 8/10 – sebuah kisah intim tentang cinta, kehilangan, dan keberanian untuk bangkit kembali.