Review The Lion King: Hewannya Realistis, Tapi Kok Kaku Banget?
|
| Credit: IMDb |
Inget nggak sih pas The Lion King versi kartun tahun '94 dulu sering diputar di TV? Beuh, itu beneran film yang bisa bikin mewek parah. Tapi jujur aja, pas nonton versi live-action yang sekarang, kok rasa sedihnya nggak dapet ya?
Kalau dari segi cerita, film terbaru ini emang fotokopi banget dari versi aslinya. Tapi anehnya, sensasi pas nonton itu beda jauh.
Baca Juga: Review Film Panji Tengkorak (2025): Animasi Aksi Kelam Penuh Tragedi
Cakep Banget di Mata, Tapi Kok Hambar di Hati?
Awal filmnya emang gila sih. Pemandangan alam liarnya megah banget, ditambah lagu 'Circle of Life' yang legendaris itu bikin kita melongo saking kerennya. Pas di sini, kita pasti langsung semangat dan mikir, "Wah, bakal keren banget nih lanjutannya!"
Tapi ya gitu, jangan ketinggian harapannya. Meskipun ceritanya sama, Disney bikin beberapa perubahan yang malah bikin momen serunya cepat ilang.
Masalah utamanya ada di karakter-karakternya. Di versi kartun mereka terasa "manis" dan hidup, tapi di versi live-action ini malah kerasa datar. Banyak adegan yang harusnya emosional banget dan bikin nangis, malah jadi kerasa hambar gara-gara muka hewan-hewannya nggak ada ekspresinya.
Realistis Sih, Tapi Ekspresinya Mana?
Sebenernya bisa dimaklumi sih, karena mereka pengen bikin hewannya se-realistis mungkin kayak di dokumenter. Tapi sayangnya, Jon Favreau selaku sutradara kayak lupa ngakalin aspek teknis lainnya biar emosinya tetep nyampe ke penonton.
Untungnya, ada Timon dan Pumbaa! Mereka berdua bener-bener jadi penyelamat film ini. Karakter mereka tetep punya "nyawa" yang sama kayak dulu, bahkan lebih ekspresif sehingga mampu meningkatkan mood penonton.
Baca Juga: Review Spider-Man: No Way Home – Aksi Seru dan Emosi Menggugah
Simba-Nala Kurang "Spark"? Momen Romantisnya Terasa Hambar.
Bukan cuma soal emosi sedih, masalah serupa juga terjadi dalam duet Simba dan Nala kala menyanyikan 'Can You Feel The Love Tonight' yang kerasa beda. Di versi kartun, suasana senjanya dapet banget dan bikin baper, tapi di versi baru ini rasanya ya lewat gitu aja.
Bagi mereka yang merupakan penikmat animasi klasik Disney, The Lion King versi terbaru ini tak bisa memainkan emosi seperti yang dilakukan versi asli dulu.
Musik Hans Zimmer Masih Jadi "Gendongan" Terhebat
Tapi tenang, film ini tetep oke kok buat nostalgia. Lagu-lagu lawas seperti 'Hakuna Matata', 'I Just Can't Wait to be King', serta 'Can You Feel The Love Tonight' masih bisa membuat penonton ikut bersenandung.
Tepuk tangan layak diberikan kepada Hans Zimmer karena skoring musik yang sangat menolong film minim ekspresi ini. Skoring musik darinya tetap menyentuh perasaan sedari 25 tahun lalu.
Baca Juga: Review Tron: Ares, Ketika Teknologi CGI Jadi Bintang Utama Filmnya
Jadi, Masih Worth It Nggak Buat Ditonton?
Meskipun banyak catatan kritis, The Lion King masih amat bisa dinikmati terutama bagi orang-orang yang belum pernah menonton film ini sebelumnya. Secara visual, kita tetap memanjakan mata penonton dengan visual yang apik tentang alam liar.
Film yang sudah tayang di Indonesia sejak 17 Juli di seluruh saluran bioskop XXI, Cinemaxx, dan CGV ini tetap memanjakan mata penonton dengan visual yang apik tentang alam liar.