Kisah Brian Durnin, Sutradara Spilt Milk dengan Gaya Unik
|
| Brian Durnin. (Credit: IMDb) |
Di dunia film, selalu ada aja orang-orang kreatif dengan kisah menarik di balik karya mereka. Salah satunya Brian Durnin, sutradara berbakat yang bikin Spilt Milk. Waktu ngobrol santai bareng dia, Brian cerita banyak soal cara pandangnya, dari mana inspirasi film itu muncul, sampai tantangan-tantangan yang harus ia lewatin selama proses produksinya.
Baca Juga: The Boys Taklukkan Marvel & DC Lewat Dua Rekor Dunia Guinness
Langkah Pertama Brian Durnin dalam Industri Film
Brian Durnin sebenarnya bukan orang baru di dunia film independen. Dia mulai dari proyek-proyek film pendek yang ternyata sukses menarik perhatian di berbagai festival internasional. Dari awal, dia memang suka banget sama cerita yang punya sentuhan emosional kuat, makanya hampir semua karyanya selalu ninggalin kesan setelah ditonton.
Dalam obrolan itu, Brian sempat bilang, “Film itu media paling jujur buat nyampein perasaan dan kegelisahan. Dengan visual, saya bisa bikin penonton bukan cuma melihat, tapi juga ikut merasakannya.” Kalimatnya simpel, tapi kerasa banget passion dan idealismenya sebagai sutradara.
Baca Juga: Reza Rahadian Persembahkan Pangku, Cerita Hangat Tentang Ibu
Kisah Inspiratif di Balik Terciptanya Spilt Milk
Spilt Milk jadi salah satu film yang benar-benar nunjukkin ciri khas Brian dalam bercerita. Alurnya penuh emosi, karakternya rumit, dan visualnya punya sentuhan artistik yang enak dipandang nggak heran kalau film ini langsung dapet perhatian dari banyak kritikus.
Brian cerita kalau ide Spilt Milk muncul dari hal-hal sederhana yang ia lihat sehari-hari, ditambah pengalaman pribadinya sendiri. “Saya pengin ngangkat bagaimana manusia berhadapan dengan kehilangan dan penyesalan. Itu tema yang universal, siapa pun bisa relate,” katanya. Kalimat itu langsung kerasa banget, karena memang inti filmnya nyentuh hal-hal yang dialami semua orang.
Baca Juga: Netflix Ungkap Skala Besar One Piece Season 2, Tayang Maret 2026
Rintangan yang Dihadapi Saat Menggarap Film
Ngarap Spilt Milk ternyata nggak selalu mulus buat Brian. Dia jujur bilang kalau minimnya budget dan sumber daya bikin prosesnya penuh tantangan. Tapi bukannya nyerah, justru hal itu bikin dia makin kreatif. Brian harus mikir keras gimana caranya nyampein cerita yang kuat tanpa ngorbanin kualitas visual atau emosi yang mau dibangun.
Dia bahkan sempat bilang, “Di situ justru letak serunya. Saya percaya keterbatasan itu bisa ngelahirin ide-ide baru yang lebih segar.” Dan kalau lihat hasil akhirnya, keliatan banget kalau dia berhasil memaksimalkan apa yang ada.
Baca Juga: Gandhi Fernando & Dianda Sabrina Main di Drama Vertikal Baru
Pesan yang Ingin Disampaikan kepada Penonton
Di penghujung obrolan, Brian bilang kalau dia berharap Spilt Milk bisa jadi pengalaman nonton yang benar-benar nempel di hati penontonnya. Buat dia, film ini bukan cuma soal hiburan semata, tapi juga semacam undangan halus buat kita mikir ulang tentang hidup, pilihan, dan hal-hal yang mungkin pernah kita sesali.
Dia sempat ngomong, “Kalau setelah nonton Spilt Milk, penonton berhenti sebentar dan mikir tentang hidupnya sendiri, berarti tujuan saya tercapai.” Cara dia ngomongnya tenang, tapi kerasa banget kalau itu memang pesan yang pengin dia titipkan lewat filmnya.